Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menari Di Dahan dan Rerimbun Daun

(foto burung-burung di rerimbun daun dan ranting pohon. Photo by Ari)


Setiap pagi, siang dan senjaku aku senang duduk di sudut ini 
Tempat yang paling nyaman untuk aku mengamati
Saat mereka beterbangan kian kemari
Bersama kicauan riuh rendah bagaikan nyanyian batin

Bagaimana aku tidak bersuka dalam tenangnya alam
Saat melihat mereka tiada resah cemas dan kawatir
Pagi selalu sama bagi mereka
Beterbangan kian kemari di antara dahan

Mereka tak takut wabah Corona
Mereka tak indahkan perintah di rumah saja
Tapi mereka sebenarnya melakukannya
Dahan dan rimbunnya daun tempat mereka bernaung 
Sarang tempat mereka berlindung pun ada di sana

Tetap terbang bebas mencari makan
Bekerja dari rumah yang adalah alam
Ceria dan semangat mereka memberi nuansa indah bagi kalbu yang sedang merindu
Masa-masa bisa kembali bekerja di luar ruangan rumah
Masa-masa bisa saling mengunjungi sahabat dan keluarga
Masa-masa di mana bepergian tidak seterbatas saat ini

Aku cemburu pada kebebasan mereka
Aku tersenyum melihat ceria dan bahagianya kehidupan di hadapanku
Dalam kiicaunya setiap saat, apakah mereka sedang memperbincangku yang hanya bisa duduk diam di sudut ini mengamati kehidupan mereka
Para burung kecil di halaman depan rumah

.....
Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
Senin, 6 April 2020


Ari Budiyanti
Ari Budiyanti life is grace

7 komentar untuk "Menari Di Dahan dan Rerimbun Daun"

Warkasa1919 6 April 2020 14.55 Hapus Komentar
Jangan cemburu pada burung yang bebas terbang mencari makan tanpa merasa kuatir pada virus corona yang menghadang๐Ÿ˜ akan ada masanya besok gantian virus corona kita kandangkan๐Ÿ˜‚๐Ÿ™
Budi Susilo 6 April 2020 16.13 Hapus Komentar
Burung tidak merusak
Bumi dan langit menerimanya dengan lapang.
Apriani1919 6 April 2020 18.01 Hapus Komentar
Sekarang gantian mereka bilang kami bisa terbang bebasssssss, dan manusia terkurung karena ulahnya ๐Ÿ˜Š
Swarna 6 April 2020 21.35 Hapus Komentar
Mereka bahagia sesuai ketetaapannya, tapi kita tak bisa membaca keraguan yang mereka punya
Warkasa1919 7 April 2020 19.29 Hapus Komentar
๐Ÿ™„ waah bisa jadi puisi nih..๐Ÿ˜๐Ÿ™
Widz Stoops 7 April 2020 23.58 Hapus Komentar
Karma ... ๐Ÿ˜
Swarna 12 April 2020 00.06 Hapus Komentar
Aenang ya memandang dia yang bisa terbang

Berlangganan via Email