Header Atas - Panjang

Header Atas - Panjang

Jangan Biarkan Cangkir Kopi Itu Kosong

(segelas kopu. Dokumen pribadi)

Berawal dari sekedar untuk sebuah bangku di ujung sana
Pun aku memesan secangkir kopi panas menemani
Menanti hadirmu yang kau pernah janjikan kala itu
Namun hingga kopi ini habis, tiada kudapati hadirmu
Kau tiada datang

Mungkinkah aku salah menerima pesanmu
Ataukah mengartikan dalam ketidakpahamanku
Bahwa kau memang tak ingin datang 
Terlebih sekedar bertemu denganku
Dan kopi itu sudah tiada lagi dalam cangkirnya 

Namun kukata pada diri menimbun harapan dalam emosi
Yang akhirnya kusadari itu semua ilusi
Meski terus kutuangkan lagi kopi agar cangkirku penuh
Namu tak jua mengubah nyatanya hadirmu tak pernah ada

Seberapapun aku berusaha menghabiskan isi cangkir itu
Seberapa sering pun aku mengisi penuh lagi dengan kopi
Namun hasilnya tetap masih sama
Kau tidak pernah datang

Lalu kubilang pada batin yang menanti
Jangan biarkan cangkir kopi itu kosong
Penuhilah bukan lagi dengan kopi manis untuk menemani
Namun nikmati pula pahitnya seperti halnya kehidupan itu

Penuhilah cangkir hatimu dengan cinta yang tak pernah habis 
Dan rindu yang tak pernah berakhir 
Bangunlah harapan pada kehidupan 
Bukan pada angan kau letakkan

Iya
Ku tak akan biarkan cangkir itu kosong 
Selama hidup berjalan dan dunia masih dalam putarannya
Ku kan menuang lagi isi dalam cangkir kopi itu
...

Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti

14 April 2020

Posting Komentar

5 Komentar