Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tentang Melati Penuh Duri


Kau masih melati?

Tak kutemukan hijau dedaunanmu yang kukuh menantang awan, juga rekah berseri putikmu yang betah bersembunyi di balik dahan.

Adakah kabut senja telah lupa menyisipkan embun di kelopak pagi?

Ketika wangimu lenyap ditelan aroma penantian jemu. Ketika Indah mekarmu tertahan aura kerinduan pilu. Dan, ketika airmata sepi satu persatu berjatuhan, luruh membasuh halaman kesunyian.

Adakah kabut senja kembali lupa menyisipkan janji di pelepah hari?

Aku ingin mengerti. Tentang melati penuh duri.

Curup, 19.03.2020
Zaldychan

5 komentar untuk "Tentang Melati Penuh Duri"

Budi Susilo 19 Maret 2020 17.48 Hapus Komentar
Membayangkan melati, membayangkan: putih, bersih, imut, wangi dan gampang rapuh
Apriani1919 19 Maret 2020 19.37 Hapus Komentar
Di sekolahku suka ada yang makan bunga melati entah buat apa
Warkasa1919 20 Maret 2020 15.23 Hapus Komentar
Apa ada melati berduri๐Ÿ™„๐Ÿ˜๐Ÿ™
tjitjih mulianingsih 21 Maret 2020 19.36 Hapus Komentar
Melati bunga sederhana dengan wangi yang semenjana
Widz Stoops 22 Maret 2020 23.42 Hapus Komentar
Ada ... itu melati khusus untukmu..

Berlangganan via Email