Header Atas - Panjang

Header Atas - Panjang

Pulang ke Dalam Kenangan

     
Sumber : kaskus.id

Sengaja aku datang ke kota ini. Bukan untuk menertawakan kegagalan,  atau menangisi keberhasilan

Aku hanya ingin melihat pohon jambu dan rumpun bambu

Pohon jambu adalah Yanto, Gandung, juga Ipin - kawan-kawan semasa kecil. Bergelantungan di dahan, menikmati buah curian, dihardik sang empunya pohon, terkejut jatuh, kemudian tertawa berlarian

Juga rumpun bambu. Merautnya menjadi bilah-bilah kecil, dijalin dengan benang hingga terbentuk rangka layang-layang. Agak bimbang, bisakah ini membawa mimpi-mimpi membumbung terbang. Atau memotong-motong menjadi bambu meriam, menyulutnya buat ledakan. Membagi dua barisan, satu menjadi penjajah, lainnya menjadi barisan pejuang

Atau memainkan lakon, memegang senapan kayu, "Kami menjadi perampok bank, dan kamu menjadi polisi pemburu," kawan-kawanku menunjuk diriku. Kemudian bersiasat untuk sembunyi dan berburu. Ketika ada yang lengah, mulut pun meniru bunyi ledakan, "Dor!". Bukan untuk menjadi pahlawan atau pecundang, tapi berbagi kegembiraan, karena hari-hari terlalu letih untuk tidak meraungi kemiskinan

Entah mana yang benar, diburu-buru waktu, atau waktu yang cepat berlalu. Itu tidak terlalu penting

Kini, tempat kelahiranku dulu begitu asing. Kota seperti kloning dari kota-kota lain. Sesak dengan orang-orang yang terburu-buru, atau yang sedang diburu-buru

Tak ada lagi pohon jambu dan rumpun bambu

Kini berderet rumah yang berhimpit, dikotak-kotakkan dengan lorong-lorong yang sempit. Di situlah, di antara tempat tumbuhnya pohon jambu dan rumpun bambu dulu, aku mengikuti garis takdir, bertemu dengan sahabat-sahabat kecilku dahulu

Masih ada tempat persembunyian. Tapi kini bukan peran pura-pura. Kami melakoni peran yang sebenarnya. Tiga sahabatku menjadi perampok bank yang diburu, dan aku menjadi polisi yang memburu

Tak ada lagi bunyi tiruan mulut. Karena yang dipegang bukan senapan kayu.

Dan baretta pun tercabut

Dor!

Cilegon, 2019


Catatan. Puisi ini pernah tayang di Kompasiana.

Posting Komentar

12 Komentar