Header Atas - Panjang

Header Atas - Panjang

Meredam Hujan dalam Genggaman

(Foto sehabis hujan di depan rumah. Photo by Ari)

Gelap malam pekat semalam penuh gelegar guntur menggema
Silih berganti kilat menyambar di angkasa 
Bagai rangkaian kembang api alam yang dahsyat
Percikan api menghias malam dalam deras hujan 
Kala setiap insan terlelap dalam buaian alam
Suasana indah membawa bahagia nyaman istirahat malam

Namun ...
Ada pula mereka yang cemas mengkhawatirkan
Bila curah hujan meninggi dan tak berhenti
Selokan air telah penuh meluber ke halaman depan rumah
Bagaimana bila nanti meluap masuk sampai ke dalam rumah
Bencana yang mengintip membuat batin merintih pilu

Belum pula saat penyebaran covid 19 terhenti
Mengapa harus bertambah kecemasan akan yang lain lagi
Mengapa berturut-turut bencana mengiring langkah bangsaku
Memang ada kalanya tak bisa dicegah sempurna saat alam semesta berbicara keras

Meski demikian bisakah aku hanya berdiam diri
Dalam pasrah hati menghadapi melodi nurani 
Oleh gempitanya ruah suasana jiwa
Mari bersama menjaga diri semkasimal yang kita mampu
Mari bersama ramah pada alam tempat kita tinggal selamanya

...
Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti

22 Maret 2020



Posting Komentar

3 Komentar

  1. Alam semesta tunduk pada hukum-hukum Sang Pencipta.
    Hujan bagian dari alam.

    Manusia yang telah memporak-porandakan hukum alam.
    Sehingga bencana datang.

    BalasHapus