Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menerima Kesepian Abadi


Apa yang kau cari?

Ketika semasa kecil tertawa mendapatkan gulali? atau sedu sedan manja menahan perih jari manis yang tertusuk duri?

Atau meresapi aroma pekat suka yang kau maknai cinta pertama saat remaja? Kemudian merasa dunia seakan berakhir, saat hati seketika hancur?

Mungkin saat kau selami, ternyata tawa dan canda hanya satu perhiasan di antara seribu satu polesan keindahan? Atau tangis dan airmata tak selalu bermakna kesedihan?

Berceritalah tentang kebahagiaan! Ketika kebisingan sunyi, adalah cara menerima kesepian abadi!

Kau tak tahu?

Curup, 26.03.2020
zaldychan

4 komentar untuk "Menerima Kesepian Abadi"

  1. Aku tau uda.. aku tau... πŸ˜€

    BalasHapus
  2. Apalagi aku, yang tak sekalipun mengalami

    BalasHapus
  3. Aku tau.. dan aku sepertinya naksir dengan sepatu ituπŸ™„πŸ˜‚πŸ™

    BalasHapus