Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Biarkan Senja Memberimu Dosa

                                                      https://unsplash.com/@andrewtneel


Ketika langit dikemilaui bintang-bintang 
Layaknya mahligai cahaya 
Sementara bulan pucat tetap terus mengalirkan terangnya

Ketika angin musim semi mendesah pada bumi dan lautan
Musim gugurpun perlahan undur diri
Pengelana, masihkah aku dalam ingatan ? 

Saat bahagia memahkotai hidupmu 
Dan cinta berkahi persinggahanmu
Raut kesedihan dan kekecewaan pun sirna
Terbakar hangatnya perapian
Akankah meranaku dalam ingatan
Di tarikan nafas, cinta dan do’amu?

Jangan biarkan senja memberimu dosa
Menyebabkan pipimu kehilangan rona di kesedihan terdalam,
Saat itulah kuingin berduka bersamamu.
Meskipun malam menjadi gelap dan kelam
Dan terasa lama berkepanjangan
Kan kubisik sayup di telingamu, "bersabarlah"

Lalu aku akan berdoa cinta, untukmu.
Karena aku adalah kau, dan kau adalah aku 
Hati yang setia ini takkan pernah berhenti mencintaimu.

PC 3/21/2020, Widz Stoops
World Poetry Day

8 komentar untuk "Jangan Biarkan Senja Memberimu Dosa"

Berlangganan via Email