Header Atas - Panjang

Gigi Palsu dibayar dengan Kopi

Gambar oleh Reto Gerber pixabay.com

"Bu, mau menambal gigi?" Ujar penjual gigi dengan wajah menyakinkan.

 "Berapa pak atas bawah?" Ujar Oppung lagi.

 "Murah kok Bu. Kwalitas terbaik jamin awet. Cuman seharga enam ratus ribu." Ujar penjual lagi sepertinya umpannya kena. Si penjual gigi sangat berharap agar sang oppung jadi membeli gigi palsunya.

 "Ntar ya pak ,siangan. Saya jual dulu kopinya biar dapat uang. Kebetulan harga kopi saat itu mahal. Si Oppung membersihkan kopi setelah kami cucu-cucunya menumbuk kulit arinya sehingga tertinggal biji kopi yang bersih. Setelah selesai ditumbuk ada sekitar sepuluh karung bekas gula pasir isi 50 kg.

Kemudian Sang Oppung beserta menantunya bahu-membahu menampi kopi yang selesai ditumbuk. Kopi telah bersih dari kulit arinya siap untuk di jual ke agen. Padahal kopi itu sudah lama ditimbun oleh Oppung, mungkin ada kira-kira setahun. Oppung biasa menimbun kopi karena harganya terlalu murah. Kopi ditimbun dengan cara kopi mentah digiling dulu pakai mesin giling kopi. Kemudian dikeringkan. Setelah kering baru disimpan di dalam karung dan ditaruh di gudang penyimpanan. 

Hasil penjualan kopi di hari pekan itu bisa beli gigi palsu Oppung. Dan kami hanya bengong gigit jari tidak kecipratan upah capek habis menumbuk kopi hingga membuat tangan kelupas karena saking banyaknya yang ditumbuk.

Oppung merasa bersalah, akhirnya dia berjanji. "Nanti ya, Oppung kasih uangnya kalau jahenya laku dijual. Apalah mau dikata, yang penting Oppung senang dan bisa makan lagi karena sudah punya gigi palsu. Untung saja gigi palsunya cocok dengan gusinya sehingga gigi palsu yang pertama masuk musium alias di simpan di dalam lemari.

Bekasi, 18032020

Post a Comment

4 Comments