Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dia

Gambar oleh http://wallpaperbetter.com


Disitu engkau masih menunggu kabar  dariku. Begitupun aku yang disini juga tengah menanti kabar darimu.

Dahulu engkau selalu menantikan kehadiran burung yang selalu memberi kabar tltentangku. Tapi tidak setelah engkau mengenal 'Dia'.

'Dia" yang seumpama pulsa. Pulsa yang mampu membuat gawai menjadi berguna sebagai mana mestinya.

'Dia' yang selalu memberimu kabar berita. 'Dia' yang hidup di alam rasa. Rasa yang mampu menerjemahkan seluruh bahasa yang pernah ada di dunia.

Tahukah engkau? Bahwa sesungguhnya 'Dia' adalah kita. Karena 'Dia' adalah ruh yang menghidupkan kita.

Jika kita adalah gawai maka 'Dia' adalah pulsanya.

Di antara kita ada 'Dia' dan 'Dia' bukanlah orang ketiga. Sebab 'Dia' bagi kita adalah simbol antara ada dan tiada. Simbol yang menguatkan kita dan simbol yang mengingatkan kita bahwa sesungguhnya kita tercipta untuk saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya.

Jangan pernah ragu akan ketiadaanku di sampingmu. Sebab di dalam ketiadaanku,  sesungguhnya ada 'Dia' yang selalu mengiringi langkahmu.

Jangan pernah ragu tuk menanyakan kabar beritaku pada 'Dia' yang selalu berada di dekatmu. Karena sesungguhnya 'Dia' adalah aku.



Warkasa1919
Warkasa1919 Setiap cerita pasti ada akhirnya. Namun di dalam cerita hidupku, akhir cerita adalah awal mula kehidupanku yang baru.

4 komentar untuk "Dia"

Berlangganan via Email