Header Atas - Panjang

Header Atas - Panjang

Di antara Dua Dokter Cantik

Gambar oleh www.fimela.com


"Kau tahu,  aku pernah melakukan kebodohan dengan Eni dan Maria."

"Apa tuh,  yang jelas dong." Perempuan yang duduk di cockpit mobil  Ken menimpali dengan penasaran.

"Hari itu aku usai kencan dengan Maria,  dia kuminta mengantarku pulang dulu sebelum dia pergi. Tapi aku malah dipinjami mobilnya. Keren kan? Sudah kencan, dapat uang, dapat mobil pula."

Perempuan yang diajak bicara tersenyum saja. Datar. Meski amarah bergemuruh,  melihat kelakuan lelaki yang  sedang duduk di belakang kemudi di sampingnya itu bangga bisa memperlakukan dua perempuan seenak udelnya. Tapi kelanjutan cerita dari Ken ingin didengar,  maka disimaknya seksama.

"Trus bodohmu di mana? " tanya perempuan itu.

" Dengan mobil Maria aku mau mengantar Eni ke Surabaya. Kujemput dia,  lewat Japanan. Nah, bodohnya aku. Kubiarkan Eni membuka dashboard mobil. Maka ketahuanlah kalau itu mobil Martha."

"Lantas?"

"Eni marah. Lalu dia turun di jalan raya. Naik bis."

"Oh ya? Jadi kau biarkan Eni pergi sendiri?"

"Nggaklah. Kukejar dia. Bis kuhentikan. Sopir bertanya, istrinya ya pak?  Kujawab iya. Maka Enipun turun."

Penuturan Ken selanjutnya pada perempuan yang menemani menyebutkan. Eni tak mau lagi masuk mobil. Malah pesan Grabb. Jin bengong. Lalu membalik arah mobil. Kembali ke arah Pasuruan.

"Dalam perjalanan, Maria sang empunya mobil menelpon,'Katanya mau ke Surabaya? Kok di Japanan?' Duh,  ini kebodohanku yang kedua,  mobil ini ada GPS nya. Mobil tak bisa lagi melaju. Dihentikan Maria lewat GPS."

"Trus gimana,  kau turun apa tetap di mobil? "

"Tetap di mobillah. Sampai kemudian Maria dan anaknya datang."

"Aku berkelit,  mau ke Surabaya tapi mampir dulu ada keperluan.  Martha percaya. Nah,  kulanjutkan perjalanan kali ini dengannya. Tadi dengan dokter Eni. Sekarang dengan Dokter Maria, hahaha. Perempuan, jangankan Maria atau Eni,  yang lebih dari dia bisa kudapatkan." Lanjut Ken memaparkan.

Perempuan yang duduk di samping Ken bergeming. Mukanya berubah warna. Tak tahan lagi menahan amarah.  Meski di tikungan arah Bangil Ken dengan mesra berkata,"But I only love you. My Heart just for you."

"What! Fuck You Ken. I don't wanna be with you again." Hardik perempuan yang sedari tadi seksama menyimak ocehan Ken.


"Turunkan aku di sini.  Atau aku akan menjerit lewat jendela."

"No,  Honey, No. Kau harus tetap bersamaku. Hanya kau di hatiku. Yang lain hanya permainan. "

"Kau pikirk aku bukan perempuan ha! Sekarang berhenti atau aku akan loncat dari mobil brengsek ini." Ancam perempuan, teman Ken.

Melaju di jalan tol membuat Ken tak bisa menghentikan mobil,  Maria tetap ngotot. Alasan Ken bahwa dilarang berhenti tak diindahkan. Pertengkaran sengit terjadi. Ken tak waspada. Laju mobil bertambah cepat. Satu truk disalip,  lalu bis pariwisata,  selanjutnya melaju kencang hingga akan mencapai gerbang tol berikutnya. Adu mulut yang terus terjadi menghilangkan konsentrasi mengendari.

 Mobil tetap kencang sampai didapati ada mobil sangat di dekat di hadapan. Terlambat,  Ken tak bisa mengendalikan  kemudi.  Dia tabrak Aila dihadapan,  "Brak! "

Berikutnya mobil yang didepan Aila juga,  beruntun terjadi kecelakaan. Fortuner yang dikendarai ken seketika terbalik setelah sebelumnya sempat membentur keras Aila. Kecepatan tinggi memungkinkan semua itu terjadi. Ken dan perempuan temannya mengalami kecelakaan. Sampai polisi dan ambulance datang lalu membawa dua manusia itu segera ke Rumah Sakit terdekat,  dengan kondisi tak keduanya tak ada gerakan sama sekali.

Posting Komentar

8 Komentar