Header Atas - Panjang

Header Atas - Panjang

Dengarlah, Bumiku Bicara

Sumber : travel.tribunnews.com


Kau pasti tau
Bagaimana bumi mengurai rindu
Tentang langit biru
Pun senyum penghuni jerami merdu

Lereng gunung dipijak
Pada sentuhan bukit kaujejak
Begitu lekat
Tak tersentuh noda hanya doa dipanjat

Dulu,
Alunan itu kerap mengiring langkah
Saat menyusuri pematang sawah
Tak ada semburat gundah

Hanya baluran cinta
Lumuri batang rasa
Hanyut dalam untaian suka
Terlena, dibuai sang Maha Karya

Meski bumi tak banyak bicara
Dalam diam terukir asa
Kala itu, manusia masih bisa menjaga
Rona pun tetap terjaga

Tetiba bumi resah
Seribu bahasa terurai, gelisah
Di balik tarian alam
Dia bercerita mengenai kelam

Masih tersisa tanya
Sejak bila bumi kecewa
Tangan tangan tak henti bercengkerama
Menuai pilu di ujung jelaga masa

Dimanakah cinta?
Yang kau puja dari balik guci cerita
Bertaut ratapan di cawan mimpi
Bersenandung dawai di reruntuhan sepi

Dengarlah,
Biarkan bumiku bicara
Jangan kau tutup mata
Agar terbaca apa yang hendak dipinta-Nya





Niek~
Jogjakarta, 22 Maret 2020

Posting Komentar

10 Komentar

  1. Balasan
    1. Terimakasih Ayah Tuah๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

      Hapus
  2. Bumi resah karena ulah manusia.

    Keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Leres Pak Budi bumi resah dan gelisah

      Maturnuwun๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

      Hapus
  3. Jangan sampai bumi murka๐Ÿ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba semoga bumi kembali bahagia

      Terimakasih Mba dinni๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

      Hapus
  4. Selalu keren.. salam hangat mbak☺️๐Ÿ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maturnuwun Pak Warkasa๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

      Hapus
  5. Sabar yaa Bumi .. ๐Ÿ˜”

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap bersabar untuk bumi๐Ÿ˜‡

      Terimakasih Mba Widz, salam๐Ÿ™๐Ÿป☺️

      Hapus