Header Atas - Panjang

Header Atas - Panjang

Cinta (Takkan Pernah) Mati



Gambar: www.hipwee.com

Siang itu Nita sedang berbaring di tempat tidurnya ketika pacarnya Jojo menelpon.

“Sayang, aku mau ngomong sesuatu”
“Ngomong apa sayang?”
“Aku bingung mesti mulai dari mana ...?”
“Ngomong ajaa...  kenapa sih?” 
“ Hmmh.. aku tak ingin menyakitimu...“

Belum selesai Jojo menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba Nita merasakan perutnya mual “Ya Tuhan”pikirnya, “Semoga dia tidak memutuskanku. Aku sangat mencintainya!”

“Nita sayang, are you ok?”
“Ya, saya gak apa-apa kok” Jawab Nita berbohong.
“Saya gak tahu harus mulai darimana...”
“To the point aja, sayang...” Nita berusaha tenang walau perasaannya gak keruan.

“Aku akan pergi jauh”

“Jangan bercanda ah, keluargamu kan semuanya di sini” 

“Sayang, ayah menginginkanku sekolah di luar negeri!”

Di tengah perbincangan tiba-tiba, ayah Nita masuk ke kamarnya.

"Nita!" Teriaknya dengan nada tinggi. "Ayah sudah bilang, Ayah tak suka kalau kamu pacaran! Hayoo tutup telpon itu!”

Nita pura-pura menutup telepon, selintas ia melihat ayahnya memelototinya, lalu pergi membanting pintu kamar..

“Hallo ...” Nita kembali menyambung pembicaraan setelah tahu ayahnya sudah menjauh.

“Wow, ayahmu galak banget! Pasti lagi marah-marah ya”

”Kamu kan tahu gimana-gimananya ayah...pokoknya, aku tidak ingin kamu ninggalin aku!” 

“Terus kamu mau aku culik?”

“Sayang, aku akan melakukan apapun untukmu, tapi aku gak bisa ... Ayahku pasti akan marah besar!”

“Tidak apa-apa ... aku ngerti kok” Tanggap Jojo

“Aku benar-benar gak percaya kalau kamu bakal pergi jauh”  

“Sayang, pesawatku MH 370 akan berangkat besok pagi, aku ingin menemuimu malam ini, kutunggu di taman biasa setengah jam lagi ya”

“Ok, nanti aku pelan-pelan lompat dari jendela, sampai ketemu yaa”

Setengah jam kemudian mereka bertemu di taman tidak jauh dari rumah Nita. 

Ketika Nita menatap Jojo, dia bergegas memeluknya. Menggenggam tangannya erat-erat dan mencium pipinya.

“Aku punya sesuatu untukmu, baca nanti kalau sudah sampai di rumah yaa” Pinta Jojo sambil memberikan sebuah amplop kepada Nita.

Nita terdiam dan mulai menangis. Jojo berusaha menghiburnya.

"Sayang, jangan menangis, aku mencintaimu. Tapi aku harus pergi."

"Iya aku tahu," jawab Nita sesegukan dan kemudian mereka berdua berjalan pergi.

Setibanya di rumah, Nita membuka amplop yang diberikan Jojo.

"Nita,

Saat kamu baca ini kamu sudah tahu kalau aku akan pergi. Sengaja aku tulis ketimbang bicara langsung karena aku tidak ingin menambah kesedihanmu.

Sebenarnya, aku tidak pernah mencintaimu tapi sebaliknya sangat membencimu. Aku tidak pernah peduli tentang kamu dan tidak pernah ingin berbicara atau berada di dekatmu lagi!

 Kamu itu gak ada gunanya buatku. Sebelum aku pergi, aku ingin kamu tahu itu! Aku tidak membutuhkanmu dan bagiku, kamu benar-benar  tidak pernah ada!

Jangan harap aku mau menemuimu apa lagi berpelukan dan bermesraan seperti dulu. Kau tidak akan pernah memiliki cintaku. 

Simpan saja surat ini, karena hanya inilah yang dapat kamu miliki dariku dan bukan cintaku! 

Bye, 

Jojo


Nita sangat terkejut dan menangis sejadi-jadinya . Dilemparnya surat itu ke tempat sampah. Hatinya terasa perih dan rasanya dia hanya ingin mati.

Esok harinya, Nita masih sedih, tertekan dan kesepian. Dia mendapat telepon dari sahabatnya.

”Bagaimana perasaanmu?”

”Aku masih tidak percaya, aku pikir dia mencintaiku”

“Oh, tentang surat itu, ya. Kemarin Jojo memintaku untuk menelponmu dia minta aku memberitahu kalau ada sesuatu di saku jaketmu”

“Oh ya? Umm ... Oke. Sebentar”

Ketika mencari-cari di saku jaketnya, Nita menemukan selembar kertas kecil yang kusut. 

Sayang, kuharap kau menemukan ini sebelum membaca suratku. Aku takut ayahmu membaca, jadi semua kalimat yang kutulis disana sengaja bertentangan dengan apa yang kurasakan untukmu. 

Aku harap kamu tidak menganggapnya serius karena aku mencintaimu dengan sepenuh hati dan sangat sulit untuk meninggalkanmu. Andai saja aku bisa melarikanmu dan kita bisa berdua selamanya. ... 

Love, Jojo.

Dengan gembira, Nita kembali mengangkat telepon.

“Ya Tuhan! Itu semua adalah kesalahpahaman besar. Ternyata itu  hanyalah surat cinta berkode! Jojo benar-benar mencintaiku! Dia pasti menyelipkan catatan itu ke sakuku ketika dia memelukku di taman. 

“Ya sudah, jangan sedih lagi yaa! :Oke deh aku harus ke Apotik dulu, nanti kita ngobrol lagi.” 

Setelah menutup telepon, Nita duduk di sofa dan menyalakan TV. Ada breaking news.

“Sebuah pesawat MH 370 kehilangan kontaknya dengan air traffic control sejam setelah take off. Pesawat yang membawa lebih dari 300 penumpang itu kini dinyatakan hilang.....” 

Nita menatap TV, dengan mulut ternganga. Tidak percaya kalau pesawat itu hilang! Jojo pasti sudah mati dan sekarang dia tidak punya siapa-siapa lagi. 

Badannya mulai gemetar dan iapun menangis sejadi-jadinya.

Nita menyesal seharusnya ia mengiyakan saat Jojo meminta untuk ikut bersamanya. Sekarang ia merasa sendiri, tak punya siapa-siapa lagi. 

Satu jam kemudian, Nita membuka lemari obat, mengambil segenggam obat tidur. Dalam satu tenggakan di telannya semua obat tidur itu dengan segelas air. 

Perlahan ia beranjak menuju tempat tidur dan merebahkan badannya di sana.

Ketika ayahnya pulang kerja, dia menemukan Nita telah mati! 

Kemudian pada hari itu juga, handphone Nita berdering tetapi tidak ada yang menjawabnya. Si penelpon meninggalkan pesan:

"Halo sayang! Kok telponnya gak diangkat? Aku cuma mau kasih tau kemarin aku ketinggalan pesawat, gak jadi berangkat! Ya udah kamu telpon aku balik. Banyak yang aku mau ceritakan .. love you! “

Posting Komentar

12 Komentar