Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aku Kehilangan Secangkir Kopi

dok.az

Malam ini sepi, lengang,  semua menepi 
Aku tetap menanti secangkir kopi di beranda 
Pesananku ketika semua belum berakhir

Kupikir ini hanya sebuah dongeng tentang masa lalu
Menikmati senja memandang ke luar jendela yang bisu 
Melukis lamunan tentang kupu-kupu diantara perdu

Waktu merambat pasti
Seperti telah menguap hangatnya secangkir kopi
Yang tak akan pernah kujumpai di beranda ini
Bagai selarik sajak yang kehilaangan diksi

Kehangatan tak seharusnya  pergi




Beranda kata,  19.03.2020

Swarna
Swarna Mau panjang atau pendek terserah

10 komentar untuk "Aku Kehilangan Secangkir Kopi"

Widz Stoops 19 Maret 2020 03.52 Hapus Komentar
Sini aku bikinin kopi lagii...
Swarna 19 Maret 2020 04.07 Hapus Komentar
Cuuurrr itik itik aduk
Apriani1919 19 Maret 2020 06.04 Hapus Komentar
😁😁
Apriani1919 19 Maret 2020 06.05 Hapus Komentar
Nanti aku bantu cari ya...😁
Warkasa1919 19 Maret 2020 06.54 Hapus Komentar
Cantiknya..,😍 puisi iniπŸ˜πŸ™
Ayah Tuah 19 Maret 2020 07.26 Hapus Komentar
Ini rindu, patah hati, merasa dibohongi, atau bagaimana?
Budi Susilo 19 Maret 2020 11.30 Hapus Komentar
Pesan lagi kopi.
Atau mau menyesap kopiku yang masih hangat?
Swarna 19 Maret 2020 12.25 Hapus Komentar
Nanti ada piring terbang πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€
Swarna 19 Maret 2020 12.27 Hapus Komentar
Wataow, boleh sini mumpung semua datang di beranda πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜πŸ˜
Swarna 19 Maret 2020 12.28 Hapus Komentar
Kopi itu lah rasa menyatu dalam secangkir kopi yang dipesan πŸ˜πŸ˜… tapi tak kunjung datang
Mungkin pelayannya sudah pulang

Berlangganan via Email